Tangis Pedagang Pasar Kampung Lalang: “Setelah Berjuang Menangkan Wali Kota, Pengelola Lama Kini Hendak Disingkirkan”

Redaksi Medan

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 16:28 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN —

Suasana haru dan kekecewaan menyelimuti Pasar Kampung Lalang Medan. Para pedagang dan masyarakat sekitar mengaku terpukul atas rencana penggantian pengelola parkir dan keamanan pasar yang selama ini dianggap banyak berjasa menjaga ketertiban sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat kecil.

Nama Parlin Sianturi bukan sosok asing bagi pedagang. Bertahun-tahun ia mengelola parkir dan sistem keamanan pasar dengan pendekatan kekeluargaan, menjaga stabilitas aktivitas jual beli, serta memastikan pasar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Kini, sosok yang selama ini menjadi penggerak denyut Pasar Kampung Lalang itu justru dikabarkan akan “dibuang” begitu saja.

Ironisnya, menurut para pedagang, Parlin Sianturi bukan hanya bekerja menjaga pasar.Ia disebut turut menghimpun dukungan masyarakat dan pedagang dalam momentum politik daerah, termasuk menggalang suara akar rumput yang ikut memenangkan Wali Kota Medan.

“Dulu kami diajak menjaga persatuan pedagang, diminta solid demi perubahan Kota Medan. Kami ikut bergerak. Tapi sekarang orang yang bekerja di lapangan malah mau disingkirkan,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi pedagang, keputusan penggantian ini terasa seperti pepatah lama: habis manis sepah dibuang.

Setelah perjuangan panjang dan loyalitas yang diberikan, pengelola yang dianggap berjasa justru menghadapi kenyataan pahit kehilangan peran di pasar yang selama ini ia bangun.

Selama masa pengelolaannya, pedagang menilai tidak pernah muncul persoalan serius.

Tidak ada konflik besar, tidak ada laporan penyimpangan, bahkan sistem retribusi parkir disebut berjalan transparan dan turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Medan.

“Pasar ini dulu semrawut. Sekarang tertata. Pedagang aman, pembeli nyaman. Kami merasa dilindungi. Kenapa justru orang yang bekerja baik harus diganti?” keluh pedagang lainnya.

Para pedagang menilai keberhasilan Pasar Kampung Lalang tidak lepas dari peran pengelola yang memahami kondisi sosial masyarakat bawah.

Hubungan antara pengelola dan pedagang bukan sekadar kerja sama ekonomi, tetapi sudah menjadi ikatan emosional layaknya keluarga besar.
Kabar pengambilalihan pengelolaan oleh pihak baru membuat keresahan semakin meluas.

Pedagang khawatir perubahan tersebut akan merusak stabilitas pasar yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan menyebut keputusan tersebut berpotensi melukai rasa keadilan rakyat kecil.

Mereka berharap pihak PUD Pasar Kota Medan tidak menutup mata terhadap kontribusi nyata orang-orang yang bekerja langsung bersama masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat merasa hanya dibutuhkan saat momentum politik, lalu dilupakan setelah kekuasaan diraih,” ujar seorang tokoh warga Kampung Lalang.

Pedagang berharap Wali Kota Medan mendengar langsung suara pasar. Mereka meminta kebijakan yang lahir bukan sekadar keputusan administratif, tetapi mempertimbangkan nilai kemanusiaan, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Bagi masyarakat Pasar Kampung Lalang, persoalan ini bukan hanya soal jabatan pengelola. Ini tentang rasa keadilan, penghargaan terhadap perjuangan rakyat kecil, dan harapan agar Kota Medan benar-benar menjadi kota yang tidak melupakan orang-orang yang ikut membangunnya dari bawah.

Di tengah hiruk pikuk aktivitas jual beli, satu kalimat terus terdengar dari para pedagang:

“Kami hanya ingin keadilan… jangan singkirkan orang yang sudah berjuang bersama kami.”(red)

Berita Terkait

Sambut HBP ke-62, Rutan Pangkalan Brandan Wujudkan Zero Halinar melalui Pelaksanaan Tes Urine Pegawai dan WBP, serta Razia Kamar Hunian
Peringati HBP Ke-62, Rutan Pangkalan Brandan Laksanakan Tes Urin Bagi Pegawai dan WBP
Kabid Humas Polda Sumut Selamatkan Warga dari Upaya Penarikan Paksa Mobil oleh Debt Collector di Jalan
Dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Sibolga Laksanakan Razia, Perkuat Komitmen Zero Halinar
Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional
Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, Rutan Tarutung Gelar Tes Urine dan Razia Gabungan Secara Intensif
Suara Pemasyarakatan Melawan Narkoba: Lapas Pancur Batu Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62
HBH IKAL SMA Negeri 6 Satukan Semua Angkatan Dalam Suasana Lebaran

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:31 WIB

Penganiayaan Maut di Aertembaga, Ibu 41 Tahun Tewas di Tangan Anak

Senin, 6 April 2026 - 19:30 WIB

Kunjungan Lurah dan Seklur Makawidey ke RS, Berikan Dukungan pada Staf Sakit

Kamis, 2 April 2026 - 21:45 WIB

Polres Bitung Respons Cepat Gempa 7,6 SR, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 1 April 2026 - 21:24 WIB

Komitmen Jaga Kesehatan, Polres Bitung Gelar Pemeriksaan Berkala

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:12 WIB

Truk Hantam Sepeda Motor di Bitung, 1 Orang Meninggal

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:42 WIB

Keamanan Hari Raya Idul Fitri di Bitung, Aparat dan Masyarakat Bersinergi

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:06 WIB

Tim Wasops Polda Sulut Tinjau Kesiapan Polres Bitung dalam Operasi Ketupat Samrat 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:23 WIB

Polres Bitung Tangani Kasus Penemuan Jenazah di Duasudara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

DPRA Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba di Aceh Tenggara

Senin, 13 Apr 2026 - 19:44 WIB