Faktor Jokowi Jadi Benalu di Pemerintahan Prabowo

WARTA PERUBAHAN

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 01:10 WIB

500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

Hingar bingar panggung politik nasional, akibat sepak terjang Jokowi untuk mempertahankan posisi Gibran dan menghadang serbuan publik dengan memanfaatkan instrument politik dan hukum dibawah kekuasaan Presiden Prabowo. Kasus Tom Lembong adalah persoalan hukum yang kental dengan dendam politik Jokowi. Kemudian kasus ijazah palsu Jokowi yang telah terungkap secara terang benerang, namun secara brutal dihadang aparat hukum. Belum lagi persoalan hukum yang menjerat kroni Jokowi, seperti kasus judol Budi Arie dan dugaan keterlibatan Erick Tohir di kasus mega korupsi Pertamina serta kasus kepala dinas PUPR Sumut yang diduga melibatkan Bobby Nasution sang mantu Jokowi. Disamping itu, masih banyak masalah kebijakan salah kaprah oleh menteri titipan jokowi yang mengakibatkan kemarahan public.

Sikap akomodatif presiden Prabowo terhadap aktivitas politik Jokowi telah memberi dampak terhadap langkah politik presiden Prabowo, untuk membangun kekuatan politik yang full power, seperti membangun koalisi dengan partainya megawati PDIP. Ternyata, harapan Prabowo untuk menggaet megawati masuk ke dalam orbit pemerintahan Prabowo harus pupus akibat keengganan Megawati mencium aroma Jokowi yang penuh kebohongan dan penghianatan. Syarat Megawati yang tidak bisa ditawar yaitu harus hengkangnya segala yang berbau Jokowi dari inner circle pemerintahan Prabowo, nampaknya hal ini sulit bagi Prabowo untuk dipenuhi.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu menjadi pertanyaan publik, apa yang menjadi pertimbangan strategis presiden Prabowo untuk tetap membangun kekuatan politik dengan Jokowi yang terbukti selama 10 tahun telah memporak porandakan kehidupan berbangsa bernegara. Apakah Presiden Prabowo tidak menghitung harga yang harus dibayar mahal, ketika membiarkan Jokowi mendapat protection dan luxury dari para centeng penegak hukum di bawah kekuasaan presiden Prabowo.

Inilah saatnya prabowo dituntut kepemimpinan dengan kualitas negarawan, dalam memimpin negara yang tengah menghadapi tantangan multidimensional. Bukan saatnya lagi Prabowo, sosok mantan jenderal pasukan khusus dan telah merasakan pahit manisnya perjalanan meraih kursi presiden, lebih mempertimbangkan ketakutan akan kehilangan kekuasaan dan mengabaikan kesulitan dan tuntutan rakyat, ketimbang harus menghadapi ancaman nyata yaitu Jokowi sebagai problem taking yang oleh rakyat telah dijadikan musuh bersama.

Berita Terkait

Reformasi Polri dan Pertaruhan Supremasi Sipil di Indonesia
Kapitalisme dan Pajak yang Mencekik, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?
Solusi Kapitalis Bias Akibatkan Kelangkaan Gas

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:59 WIB

Pembukaan Jalan Nasional di Tetumpun Dikebut, Warga Apresiasi Kerja Maraton Operator Alat Berat

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:29 WIB

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bersinergi Bangun Jembatan Gantung Darurat di Desa Rerebe Pasca Banjir Besar

Senin, 8 Desember 2025 - 14:31 WIB

Satbinmas Polres Gayo Lues Gelar Trauma Healing untuk Pengungsi Korban Banjir Bandang dan Longsor di Gedung BLK

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:48 WIB

Kapolres Gayo Lues dan BPJN Aceh Tinjau Lokasi Jalan Amblas Akibat Banjir

Minggu, 7 Desember 2025 - 04:44 WIB

Kapolsek Blangkejeren Pimpin Patroli Pengamanan Objek Vital Pascabencana di Gayo Lues

Minggu, 7 Desember 2025 - 03:56 WIB

Polsek Blangkejeren Intensifkan Patroli di Pusat Perbelanjaan, SPBU, Bulog dan Perbankan Pasca Bencana Alam

Senin, 1 Desember 2025 - 16:30 WIB

Kabagops Dan Kasatsamapta Terobos Banjir, Salurkan Sembako Dan Cek Kondisi Warga Desa Rerebe dan Desa Palok

Senin, 1 Desember 2025 - 16:14 WIB

Polres Gayo Lues Sediakan WiFi Untuk Masyarakat Yang Ingin Menghubungi Keluarga di Luar Gayo Lues

Berita Terbaru