Bitung – Sulut | wartaperubahan.com — sumber : dari Humas polres Bitung” Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat dan memimpin langkah-langkah penanganan darurat.
Sejak pukul 05.48.16 WITA, gempa dengan pusat di koordinat Lok:1.25 LU dan 126.27 BT kedalam 62 km tenggara Bitung dengan langsung direspons cepat oleh seluruh jajaran kepolisian. Kapolres Bitung memulai pengecekan di wilayah pesisir Pantai Girian Bawah dan Jembatan Girian.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi air laut masih dalam batas normal dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada bangunan di sekitar pesisir. Meski demikian, langkah antisipatif tetap dilakukan mengingat adanya peringatan dini dari BMKG terkait potensi tsunami dengan status siaga.
Kapolres Bitung juga turun langsung membantu warga, termasuk membersihkan puing-puing tembok yang roboh dan menimpa dapur rumah milik keluarga Siahaya Kakombohi di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material sekitar Rp5 juta.
Jajaran Polres Bitung juga melakukan pengamanan dan evakuasi secara humanis, termasuk membantu mengevakuasi warga di pesisir Girian Bawah ke lokasi yang lebih aman. Satuan Binmas bersama Bhabinkamtibmas aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik.
Di wilayah kepulauan Lembeh, sejumlah kerusakan rumah warga juga terpantau, seperti atap roboh dan dinding retak, namun seluruhnya dilaporkan tanpa korban jiwa. Aktivitas masyarakat di sejumlah titik, termasuk kawasan perikanan, masih berjalan normal dengan pengawasan aparat.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan pelayanan cepat saat situasi darurat.
“Pasca gempa, seluruh personel Polres Bitung langsung bergerak cepat melakukan pengecekan, pengamanan, serta membantu masyarakat yang terdampak. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing isu yang belum jelas, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar AKP Abdul Natip Anggai.
Situasi Kota Bitung pasca gempa dilaporkan dalam keadaan kondusif dan terkendali. Tidak terdapat korban jiwa, namun sejumlah kerugian material tercatat di beberapa lokasi. Hingga saat ini, Kapolres bersama jajaran masih terus melakukan pemantauan intensif serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait langkah evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan maupun ancaman tsunami. Tandasnya,” Humas polres Bitung

































