Medan —
Kepedulian kemanusiaan kembali ditunjukkan keluarga besar proklamator kemerdekaan Republik Indonesia Drs Mohammad Hatta.
Putri Wakil Presiden Pertama RI, Halida Nuriah Hatta, bersama sang anak Gustika Jusuf Hatta, turun langsung menyiapkan bantuan bagi para korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Halida Nuriah Hatta dan Gustika Jusuf Hatta tampak terlibat langsung dalam proses pengepakan bantuan di kediaman Erwinsyah JZ 02 AUE dan Juli Hartati, Ketua Perwiritan Kaum Ibu Kecamatan Medan Perjuangan, yang berlokasi di Jalan Pelita II, Medan, Rabu (7/1/2026).
Adapun bantuan yang disiapkan menyentuh kebutuhan paling mendasar para korban bencana, mulai dari kain sarung, mukena, tikar, handuk, pakaian dalam, sampo, sabun, pasta gigi, sikat gigi, hingga obat anti nyamuk dan pampers.
Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk warga di sejumlah wilayah terdampak parah, yakni Kota Lintang Bawah, Menggini Karang Baru, Suka Jadi Karang Baru, serta Kampung Kota Kuala Simpang.
Meski berasal dari keluarga tokoh besar bangsa, Halida Nuriah Hatta menunjukkan keteladanan yang membumi.
Tanpa jarak dan protokoler berlebihan, ia tampak berbaur melipat, dan menyusun bantuan bersama relawan dengan wajah penuh empati.
“Beliau sangat bersemangat. Ini bukan sekadar memberi bantuan, tapi bentuk cinta kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah,” ujar Erwinsyah JZ 02 AUE kepada awak media.
Erwinsyah menambahkan, kehadiran langsung Putri Proklamator RI tersebut memberi energi moral tersendiri bagi para relawan.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana ketulusan beliau. Ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan harus selalu berada di atas segalanya,” katanya.
Lebih lanjut, Erwinsyah menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang telah dikemas rapi tersebut akan diberangkatkan pada Kamis pagi (8/1/2026) menuju Aceh Tamiang, guna segera disalurkan kepada para korban banjir bandang yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Aksi kemanusiaan ini menjadi potret nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang diwariskan para pendiri bangsa tetap hidup dan terus menyala—hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.(red)

































