Kaki Nyaris Putus, Hidup di Gubuk Nyaris Ambruk: Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur yang Bertahan di Tengah Kemiskinan Ekstrem

Redaksi Medan

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:37 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur —

Di sebuah gubuk kayu reyot yang miring dan nyaris roboh di Dusun Pulowaru, Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, terbaring seorang pemuda dengan luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Namanya Agus, usianya baru 20 tahun. Di usia ketika banyak anak muda sibuk mengejar mimpi, Agus justru bertarung antara hidup dan mati, ditemani rasa nyeri dan kemiskinan yang mencekik.

Musibah itu datang pada 20 November 2025. Saat bekerja sebagai buruh potong rumput, sebuah mesin mengalami ledakan hebat. Pisau mesin menghantam kaki kiri Agus. Daging robek, tulang nyaris terputus. Darah mengucur deras. Agus ambruk di tempat kerja, menahan sakit yang tak terperi.

Kini, berbulan setelah kecelakaan itu, kondisi Agus masih memprihatinkan. Ia hanya berbaring di atas tikar tipis di lantai papan yang lembap. Rumah yang ia tempati bersama keluarganya jauh dari kata layak.

Dinding kayu lapuk, lantai berlubang, dan atap bocor di banyak titik. Setiap hujan turun, air menetes langsung ke tubuh Agus, membasahi perban di kakinya yang belum pulih.

“Kalau hujan malam, lukanya sering basah. Kami hanya bisa mengelap pakai kain seadanya,” ucap sang ayah dengan suara bergetar.

Ancaman infeksi selalu menghantui. Namun keluarga tak punya pilihan. Untuk sekadar membeli obat yang tidak ditanggung BPJS saja mereka kesulitan. Apalagi biaya transportasi untuk kontrol rutin ke rumah sakit di Kota Metro.

Ayah Agus hanyalah buruh pengayak pasir dengan penghasilan sekitar Rp60 ribu per hari—itu pun jika ada pekerjaan. Dengan penghasilan tersebut,

ia harus menanggung lima anggota keluarga. Agus sendiri sebelumnya adalah tulang punggung keluarga. Kini, pemuda itu hanya bisa pasrah, menatap langit-langit rumah yang rapuh, berharap keajaiban datang.

Tak ada ranjang medis. Tak ada perawatan memadai. Yang ada hanya ketabahan, doa, dan harapan agar ada tangan-tangan baik yang peduli.
Kondisi rumah Agus bahkan dinilai sangat berbahaya. Bangunan miring dan lapuk itu bisa ambruk kapan saja. Namun keluarga tak mampu memperbaiki, apalagi membangun rumah yang layak huni.

Kisah Agus bukan sekadar cerita tentang kecelakaan kerja. Ini adalah potret nyata kemiskinan ekstrem dan keterbatasan akses bantuan yang masih menghantui masyarakat pedesaan.

Relawan kemanusiaan berharap, kisah pilu ini dapat menggugah hati Pemerintah Daerah, dinas terkait, serta para dermawan untuk turun tangan—baik dalam membantu pengobatan lanjutan Agus maupun membangun rumah layak huni agar ia bisa menjalani pemulihan dengan aman dan bermartabat.
Data Agus:
Nama: Agus
Usia: 20 tahun
Alamat: RT 008 RW 004 Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur
Dokumentasi foto dan video kondisi rumah serta luka Agus telah tersedia dan siap disalurkan kepada pihak-pihak yang ingin membantu atau memverifikasi langsung kondisi di lapangan.

Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu atau ingin mengetahui kondisi Agus lebih lanjut, dapat menghubungi relawan di nomor 0813 7315 4369.

Di balik gubuk reyot itu, ada seorang pemuda yang sedang menunggu uluran tangan. Bukan untuk bermewah-mewah, melainkan untuk bertahan hidup.(red)

Berita Terkait

Audiensi dengan Pemkab Karo, Bapas Kelas I Medan Bahas Rencana Pembangunan Bapas Baru di Kabanjahe
Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Kelas IIA Binjai Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadan
Kalapas Labuhan Ruku Sambut Silaturahmi PDPM Asahan, Bahas Sinergi Pembinaan
Lapas Sibolga Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan dan Keluarga
Kalapas Labuhan Ruku Buka Kajian Intensif Ramadhan 1447 H, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
Hadirkan Kehangatan dan Kebersamaan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Buka Bersama Warga Binaan dan Keluarga Warga Binaan
Didukung Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu, Polsek Perbaungan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama dan Penguatan Tahfiz, Lapas Kelas I Medan Tegaskan Komitmen Pembinaan Humanis

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:04 WIB

Audiensi dengan Pemkab Karo, Bapas Kelas I Medan Bahas Rencana Pembangunan Bapas Baru di Kabanjahe

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:42 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Lapas Kelas IIA Binjai Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadan

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:38 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Silaturahmi PDPM Asahan, Bahas Sinergi Pembinaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:27 WIB

Lapas Sibolga Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan dan Keluarga

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:25 WIB

Hadirkan Kehangatan dan Kebersamaan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Buka Bersama Warga Binaan dan Keluarga Warga Binaan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:56 WIB

Didukung Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu, Polsek Perbaungan Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:47 WIB

Buka Puasa Bersama dan Penguatan Tahfiz, Lapas Kelas I Medan Tegaskan Komitmen Pembinaan Humanis

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:23 WIB

Respon Cepat Informasi Masyarakat, PATNAL Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumut sidak Lapas Lubuk Pakam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!