ACEH TAMIANG —
Kepedulian terhadap sesama seolah tak pernah lekang dari tokoh kemanusiaan Erwinsyah JZ 02 AUE warga Jalan Pelita II Kota Medan ini.
Meski sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di Kota Medan, hatinya mengaku belum sepenuhnya tenang sebelum memastikan langsung bahwa uluran tangan kemanusiaan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Didampingi sang istri, Juli Hartati, yang dikenal sebagai Ketua Perwiritan Kaum Ibu di Kecamatan Medan Perjuangan, Erwinsyah kembali melanjutkan misi kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di luar Kota Medan.
Bersama tim kecilnya, pasangan suami istri ini menyusuri beberapa titik bencana, membawa bantuan sembako, kebutuhan dasar, sekaligus dukungan moril bagi para korban.

“Selama masih ada saudara-saudara kita yang menderita, hati ini tidak bisa diam,” ujar Erwinsyah dengan nada lirih namun penuh keteguhan, Sabtu (13/12/2025).
Perjalanan kemanusiaan tersebut melintasi sejumlah lokasi, mulai dari Masjid Raya Besitang, wilayah Langsa, Aceh Tamiang, hingga kawasan perbatasan Besitang.

Di setiap titik, kehadiran mereka disambut haru warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.
Sementara itu, Juli Hartati menegaskan peran kaum ibu sangat krusial dalam situasi darurat. Selain membantu penyaluran logistik, para ibu juga berupaya menguatkan mental perempuan dan anak-anak yang terdampak bencana.

“Kami ingin para ibu dan anak-anak merasa tidak sendiri. Kehadiran, pelukan, dan doa sering kali lebih berarti dari apa pun,” tutur Juli.
Aksi kemanusiaan Erwinsyah JZ 02 AUE dan Juli Hartati pun menuai apresiasi masyarakat setempat.

Banyak warga menilai langkah mereka sebagai contoh nyata bahwa kepedulian tidak berhenti pada satu lokasi atau satu waktu, melainkan terus bergerak mengikuti panggilan nurani.
Di tengah duka dan keterbatasan akibat bencana, kepedulian yang lahir dari ketulusan itu menjadi secercah harapan bagi mereka yang kehilangan.
Bagi pasangan ini, membantu sesama bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan panggilan hati yang tak bisa ditunda. (red)

































