DPRA Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba di Aceh Tenggara

WARTA PERUBAHAN

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 19:44 WIB

500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH (13/4/2026) – Di tengah derasnya arus peredaran narkotika yang kian mengkhawatirkan, secercah harapan muncul dari Aceh Tenggara. Sepanjang tahun ini, jajaran Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkoba. Keberhasilan demi keberhasilan dalam menggagalkan upaya penyelundupan dan menangkap para pengguna menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum di wilayah tersebut. Apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan Ramud, M.Kom., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi VII DPRA.

Yahdi Hasan menilai, langkah tegas yang diambil Kapolres AKBP Yulhendri beserta jajaran Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim merupakan bentuk perlindungan konkret terhadap masyarakat Aceh Tenggara. Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan sekadar capaian institusi, melainkan juga cerminan konsistensi dalam menjalankan mandat negara. “Langkah tegas yang dilakukan Kapolres AKBP Yulhendri beserta Satres Narkoba, Satintelkam, dan Satreskrim patut kita apresiasi. Ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat Aceh Tenggara,” ujar Yahdi Hasan dalam keterangannya.

Pemberantasan narkoba di Aceh Tenggara, menurut Yahdi, sejalan dengan misi besar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menekankan, upaya ini merupakan mandat langsung dari kepala negara yang harus dijalankan tanpa kompromi. Dalam pandangannya, keberhasilan Polres Aceh Tenggara adalah bagian dari komitmen menjaga stabilitas nasional, dimulai dari tingkat daerah. “Polres Aceh Tenggara telah bekerja sesuai dengan koridor yang diperintahkan Presiden dan selaras dengan keinginan masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen besar dalam menjaga stabilitas nasional dari tingkat daerah,” tambahnya.

Apresiasi terhadap kinerja Polres Aceh Tenggara juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Tokoh adat, pemuka agama, hingga para orang tua di Aceh Tenggara menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras aparat yang telah berupaya maksimal menekan peredaran narkoba. Mereka menilai, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada keamanan wilayah, tetapi juga memberikan rasa aman dan optimisme bagi masa depan generasi muda. Banyak orang tua yang merasa lebih tenang, terutama dalam menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba. Di sisi lain, generasi muda Aceh Tenggara mendapat pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak akan membiarkan masa depan mereka dirusak oleh zat adiktif.

Fakta di lapangan menunjukkan, peredaran narkoba di Aceh Tenggara memang menjadi ancaman serius. Wilayah ini, yang berbatasan langsung dengan beberapa provinsi lain, kerap menjadi jalur transit bagi para pelaku kejahatan narkotika. Tidak jarang, aparat harus berhadapan dengan jaringan yang terorganisir dan memiliki modus operandi yang kian canggih. Namun, di bawah kepemimpinan AKBP Yulhendri, Polres Aceh Tenggara mampu membongkar sejumlah kasus besar, mulai dari pengungkapan jaringan pengedar hingga penangkapan pengguna di berbagai kecamatan. Operasi yang digelar secara rutin dan terukur, didukung oleh kerja sama lintas satuan, menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum setempat.

Dampak dari upaya pemberantasan ini tidak hanya dirasakan oleh aparat penegak hukum, tetapi juga oleh masyarakat luas. Yahdi Hasan menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Ia mengingatkan, narkoba adalah ancaman laten yang tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Aceh. “Kami berharap penegakan hukum ini dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Hal ini sangat krusial karena menyangkut Program Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketahanan sosial, terutama dalam melindungi generasi muda,” tegas Yahdi.

Apresiasi juga diberikan atas keberanian dan dedikasi para anggota kepolisian yang kerap menghadapi risiko besar dalam menjalankan tugas. Tidak jarang, mereka harus berhadapan langsung dengan jaringan pengedar yang nekat dan berbahaya. Namun, semangat untuk menjaga Aceh Tenggara tetap bersih dari narkoba menjadi motivasi utama. Masyarakat pun diimbau untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan aparat, melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, serta aktif dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing.

Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki nilai-nilai agama dan budaya yang kuat. Namun, ancaman narkoba tetap mengintai, merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Yahdi Hasan mengingatkan, jangan pernah memberi ruang bagi para pengedar. Generasi muda harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama tetap terjaga. “Jangan beri ruang bagi pengedar. Generasi muda kita harus diselamatkan agar tatanan sosial dan nilai-nilai agama di bumi Serambi Mekkah tetap terjaga dari pengaruh zat adiktif yang merusak ini,” pungkasnya.

Keberhasilan Polres Aceh Tenggara dalam memberantas narkoba menjadi inspirasi bagi daerah lain. Namun, perjuangan belum usai. Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menghadapi jaringan yang terus beradaptasi dengan berbagai cara. Diperlukan komitmen berkelanjutan, baik dari aparat, pemerintah, maupun masyarakat, untuk memastikan Aceh Tenggara tetap menjadi wilayah yang aman dan bersih dari narkoba. Di tengah segala keterbatasan, harapan tetap menyala, bahwa generasi muda Aceh akan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat, bermartabat, dan berdaya saing tinggi. (RED)

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Kolaborasi dengan Donatur Lokal Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Wilayah Pegunungan
Sat Narkoba Polres Agara Gagalkan Peredaran 17,8 Kilogram Ganja di Kecamatan Ketambe, Pelaku Diamankan Saat Melintas
Apresiasi Kepada Insan Pers, Kapolres Aceh Tenggara Serahkan Plakat
Lewat Pembagian Daging Meugang, Polres Aceh Tenggara Teguhkan Komitmen Sosial demi Harmoni Ramadan
Kapolres Aceh Tenggara Resmikan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari untuk Tingkatkan Gizi Siswa dan Ibu Hamil
Polres Aceh Tenggara dan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Kurve Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Desa Penungkunan
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Narkotika dari Rumah Warga di Desa Kutambaru
Hangatkan Hati Warga Darul Hasanah, Trauma Healing STIK dan Polres Aceh Tenggara Bangkitkan Senyum Anak Negeri

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 10:29 WIB

Peringati HBP Ke-62, Rutan Pangkalan Brandan Laksanakan Tes Urin Bagi Pegawai dan WBP

Selasa, 7 April 2026 - 22:29 WIB

Kabid Humas Polda Sumut Selamatkan Warga dari Upaya Penarikan Paksa Mobil oleh Debt Collector di Jalan

Selasa, 7 April 2026 - 16:51 WIB

Dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Sibolga Laksanakan Razia, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Selasa, 7 April 2026 - 14:46 WIB

Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Selasa, 7 April 2026 - 12:39 WIB

Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, Rutan Tarutung Gelar Tes Urine dan Razia Gabungan Secara Intensif

Selasa, 7 April 2026 - 12:16 WIB

Suara Pemasyarakatan Melawan Narkoba: Lapas Pancur Batu Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Sambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Selasa, 7 April 2026 - 11:47 WIB

HBH IKAL SMA Negeri 6 Satukan Semua Angkatan Dalam Suasana Lebaran

Selasa, 7 April 2026 - 10:08 WIB

Rutan Kelas I Medan Gelar Apel dan Razia Gabungan dalam Rangka Peringatan HBP ke-62 Tahun 2026

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

DPRA Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba di Aceh Tenggara

Senin, 13 Apr 2026 - 19:44 WIB