Deli Serdang – Peristiwa penganiayaan brutal terjadi di wilayah Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Seorang pelajar bernama Vasha Rizky Ananda (18) menjadi korban serangan sekelompok orang hingga mengalami luka tembak dan bacok.
Kasus ini kini tengah ditangani Polda Sumatera Utara setelah korban membuat laporan resmi ke SPKT Polda Sumut dengan Nomor LP/B/1347/VII/2025/SPKT/POLDA SUMUT, pada Senin (18/8/2025) malam.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Tribun, insiden bermula pada Rabu (13/8/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Vasha bersama dua rekannya, Tara dan Fahri, melintas dengan sepeda motor Honda Vario hitam di Jalan Medan–Lubuk Pakam KM 17,5, Dusun IV, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa.
Tiba-tiba, dua unit mobil sedan berwarna putih dan hitam memepet kendaraan korban hingga terjatuh. Dari dalam mobil, beberapa pria turun dan langsung melakukan aksi kekerasan.
“Pelapor mengenali para terlapor, yaitu Doni alias Pace, Lando, dan Nanang, yang bersama-sama melakukan penganiayaan,” tertulis dalam laporan polisi yang ditandatangani korban.
Korban mengaku ditembak menggunakan senapan angin hingga mengenai telapak tangan kanan, betis kaki kanan, paha kiri, pinggang belakang, serta bokong. Tidak hanya itu, korban juga dibacok dengan senjata tajam jenis samurai hingga mengalami luka di bagian siku tangan kanan.
Dengan kondisi luka serius, Vasha kemudian melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polda Sumut. Ia menyatakan keberatan dan meminta agar pelaku segera diproses sesuai hukum.
“Saya merasa keberatan dan berharap para pelaku ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Vasha dalam laporan tertulisnya.
Pihak Polda Sumut melalui Ka SPKT AKBP Gultom Rosmaida Feriana, SH., MH., telah menerbitkan Surat Tanda Terima Laporan (STTLP) sebagai tanda bahwa kasus ini sedang dalam proses penyelidikan.
Sesuai mekanisme, perkembangan perkara bisa dipantau melalui laman resmi SP2HP Bareskrim Polri. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta olah TKP untuk mengungkap motif dan konstruksi peristiwa tersebut.
Kasus ini memicu keprihatinan warga Tanjung Morawa. Mereka menilai aksi brutal di jalan raya dapat menimbulkan rasa takut bagi masyarakat. Apalagi, korban masih berstatus pelajar.
“Kalau begini terus, siapa pun bisa jadi korban. Kami berharap polisi cepat bertindak,” ujar seorang warga sekitar.
Kini publik menunggu langkah cepat aparat dalam membongkar kasus ini. Sejumlah nama yang disebut korban menjadi fokus penyelidikan. Harapannya, para pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang dan situasi kamtibmas tetap terjaga di Sumatera Utara.(red)
































