Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo Tegaskan Polri Untuk Masyarakat Harus Diwujudkan Lewat Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Ucapan HUT Bhayangkara

WARTA PERUBAHAN

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 19:21 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum istimewa bagi jajaran Polres Gayo Lues untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada rakyat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung, dan bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat. Melalui serangkaian kegiatan anjangsana yang dilakukan secara langsung ke berbagai pelosok desa, Kapolres menyuarakan semangat yang kian kuat: “Polri Untuk Masyarakat.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, dimulai pukul 10.00 WIB, dan menyasar para purnawirawan serta warakawuri yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Gayo Lues. Lokasi yang dikunjungi antara lain Desa Rikit Dekat di Kecamatan Blangjerango, Desa Cinta Maju di Kecamatan Blangpegayon, serta Desa Lempuh, Penampaan Uken, dan Kota Blangkejeren di Kecamatan Blangkejeren. Didampingi oleh Waka Polres Kompol Edi Yaksa, Kabag Ops Kompol Iskandar, Kabag Ren AKP Junaidi Desky, Kabag Logistik AKP Gomgom Tampubolon, para Kasat, dan sejumlah personel lainnya, Kapolres menyambangi langsung rumah-rumah para penerima anjangsana dengan penuh hormat dan kepedulian.

Anjangsana bukan sekadar kunjungan formal atau simbolik. Di balik setiap langkah kaki menuju rumah para purnawirawan dan warakawuri, tersimpan pesan kemanusiaan, penghargaan, dan silaturahmi yang selama ini menjadi akar budaya Bhayangkara. Para penerima kunjungan antara lain Purn. Rusli dan Purn. Kamisan di Desa Rikit Dekat, Purn. Simamora di Desa Cinta Maju, Purn. Hamidi Tanjung di Desa Lempuh, serta keluarga dari almarhum Purn. Azhar Can, A. Lubis, dan Saiful Pane.

Kapolres menyampaikan bahwa Polri yang modern tidak cukup hanya andal secara teknis dan profesional, tetapi juga harus memiliki kedalaman moral dan empati sosial. Dalam pandangannya, keberadaan Polri di tengah masyarakat tidak boleh terkesan eksklusif atau hanya muncul dalam penegakan hukum. Sebaliknya, Polri harus menjadi bagian dari solusi, dari empati, dari harapan.

“Polri Untuk Masyarakat itu bukan sekadar slogan di spanduk, bukan jargon tahunan. Ini adalah sikap hidup dan tanggung jawab. Setiap anggota Polri harus memaknai kalimat itu dengan hati. Kita ini bukan penguasa, kita ini pelayan. Kita ini bagian dari masyarakat, dan tugas kita adalah hadir sebelum mereka memanggil,” ucap AKBP Hyrowo dengan suara tegas namun penuh kehangatan di hadapan keluarga salah satu purnawirawan.

Menurut Kapolres, Hari Bhayangkara ke-79 bukan hanya menjadi ruang refleksi bagi institusi, tetapi juga panggilan bagi seluruh insan Bhayangkara untuk kembali menyentuh nurani, menyatu dengan rakyat, dan bekerja dengan tulus. Ia mengajak seluruh anggota agar menjadikan pengabdian sebagai bentuk ibadah, dan pelayanan sebagai bentuk penghormatan kepada martabat kemanusiaan.

“Kita bisa memakai seragam, jabatan, dan kekuasaan. Tapi jika itu semua tidak dilandasi niat yang benar, maka kosonglah pengabdian kita. Masyarakat itu bisa membedakan mana yang datang dengan kepentingan, dan mana yang datang dengan ketulusan. Maka mari kita pilih datang dengan niat baik. Karena itu yang akan dikenang,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kapolres juga menyampaikan bahwa semangat Polri Untuk Masyarakat akan lebih hidup bila ditopang dengan aksi nyata, bukan sekadar narasi. Oleh karena itu, ia mendorong setiap personel untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan rakyat, membantu yang lemah, dan menguatkan yang lelah. Baginya, kehadiran Polri yang dirindukan adalah Polri yang bisa menjadi pelindung dan penyembuh, bukan sekadar penegak aturan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres menyerahkan langsung bingkisan tali asih dan bantuan sosial kepada para purnawirawan dan warakawuri sebagai bentuk rasa hormat, sekaligus simbol penghargaan dari institusi kepada mereka yang pernah mengabdi dengan penuh pengorbanan. Para penerima tampak haru dan terharu. Tak sedikit yang meneteskan air mata saat menyambut kehadiran Kapolres dan rombongan. Kehangatan dan penghormatan itu tidak bisa disampaikan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dalam pelukan dan senyuman yang tulus.

Istri dari almarhum Purnawirawan A. Lubis, yang kini tinggal seorang diri di Desa Penampaan Uken, mengaku sangat terharu dengan kunjungan ini. “Sudah lama saya tidak dikunjungi oleh siapa-siapa. Tapi hari ini saya merasa tidak sendiri lagi. Saya merasa dihargai kembali. Terima kasih, Pak Kapolres. Terima kasih atas semua ini,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Kegiatan anjangsana ini berlangsung hingga pukul 14.45 WIB. Seluruh rangkaian berjalan dengan aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Tidak hanya mempererat hubungan internal antara generasi Polri aktif dan purnawirawan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat Bhayangkara yang selama ini menjadi fondasi pelayanan Polri kepada bangsa.

Menutup kegiatan tersebut, AKBP Hyrowo kembali mengingatkan seluruh anggotanya bahwa keberhasilan Polri tidak diukur dari banyaknya penghargaan atau pangkat yang diraih, tetapi dari banyaknya hati yang disentuh dan masyarakat yang merasakan kehadiran Polri secara nyata. “Ingat, kita ini penjaga kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu tidak dibeli dengan jabatan, tapi dibangun dari perbuatan. Mari kita kembalikan jiwa Bhayangkara yang melayani, bukan menguasai. Karena Polri adalah untuk masyarakat, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79, Polres Gayo Lues membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu berbentuk tindakan besar, tetapi sering kali hadir dalam bentuk sederhana namun penuh makna: sebuah kunjungan, sapaan hangat, dan tangan yang terulur kepada mereka yang pernah berjasa. Dan di sanalah Polri menemukan kembali jati dirinya—bukan sebagai institusi kekuasaan, melainkan sebagai pelayan kehidupan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Polda Aceh Diminta Mengusut Dugaan PT Rosin Trading Internasional yang Tetap Berjalan Meski Izin Dipersoalkan
Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka
Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka
“Hukum Tajam ke Bawah”, Rabusin Soroti Dugaan Ketidakadilan dalam Perkara yang Menimpanya
Di Tengah Dakwaan Lemah dan Bukti Cacat Hukum Beranikah Hakim Memvonis Rabusin
Alat Bukti Lemah Jadi Dasar Tuntutan, Proses Hukum Rabusin Ariga Lingga Dipertanyakan Publik
Sidang Pembuktian Rabusin Ariga Lingga: Kejanggalan Bukti dan Proses Hukum Diperbincangkan
Rabusin Ditahan, Pengadilan Jangan Jadi Alat Mafia Tanah di Aceh

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:48 WIB

Dorong Kesehatan Lingkungan, TMMD Bangun MCK di Aceh Barat Daya

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:16 WIB

Satgas TMMD 128 Kodim Abdya dan Warga Bersihkan Semak dan Saluran Air di Gunung Cut

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:53 WIB

Excavator Dikerahkan, Progres Jalan TMMD di Kawasan Perbukitan Meningkat

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:50 WIB

Tingkatkan Sanitasi Desa, Satgas TMMD Mulai Semenisasi Balok MCK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:46 WIB

Dari Pondasi Hingga Harapan, TNI Bangun Rumah Layak untuk Warga Gunung Cut

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:17 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim Abdya Gotong Royong Bersihkan Masjid Al Mukaramah Bersama Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:42 WIB

Aksi Nyata TMMD ke-128, TNI dan Masyarakat Bersihkan Masjid Demi Kenyamanan Ibadah

Kamis, 30 April 2026 - 18:20 WIB

TMMD Abdya Tuai Apresiasi, Kades: Program Ini Nyata Dirasakan Masyarakat

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Dorong Kesehatan Lingkungan, TMMD Bangun MCK di Aceh Barat Daya

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:48 WIB