Aceh Tenggara – Wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir, personel Polres Aceh Tenggara bersama Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS melaksanakan kegiatan kurve membersihkan rumah warga dari sisa lumpur banjir, Senin (16 Februari 2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipusatkan di Desa Penungkunan, wilayah Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, yang beberapa waktu lalu terdampak banjir hingga menyebabkan sejumlah rumah warga dipenuhi lumpur serta material.
Dalam kegiatan itu, personel Polres Aceh Tenggara bersama mahasiswa STIK turun langsung membantu warga membersihkan bagian dalam maupun luar rumah. Mereka bergotong royong mengangkat lumpur, mencuci perabotan rumah tangga, hingga membersihkan halaman dan saluran air di sekitar pemukiman warga.
Kehadiran aparat kepolisian dan mahasiswa STIK tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu, mengingat proses pembersihan lumpur pascabanjir membutuhkan tenaga besar serta waktu yang tidak sedikit.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhenri, S.I.K melalui Subsi Penmas Ipda Patar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri bersama mahasiswa STIK kepada masyarakat, khususnya dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat. Semoga melalui kegiatan kurve ini, rumah warga dapat kembali bersih dan layak ditempati, serta masyarakat bisa segera beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong, mencerminkan sinergitas yang kuat antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadapi serta memulihkan dampak bencana banjir di wilayah Aceh Tenggara. (RED)

































