Aceh Tenggara – Suasana keprihatinan dirasakan oleh keluarga besar Bang Kunet dan Kak Nasti setelah beredarnya unggahan berisi tudingan yang dinilai tidak benar, dibuat melalui akun Facebook bernama “Putri Diana” pada 24 Oktober 2025. Unggahan itu bukan hanya memuat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tetapi juga dianggap menyerang privasi dan mencemarkan nama baik mereka.

Tudingan tersebut tidak hanya menyesatkan, namun juga berpotensi menimbulkan perpecahan internal di tubuh Tim SAH, yang selama ini dikenal solid dan kompak.
Keluarga menyayangkan tindakan pemilik akun yang diduga menggunakan identitas palsu untuk menyampaikan tuduhan sepihak tanpa melakukan konfirmasi apa pun. Sikap ini dinilai buruk dan bertentangan dengan etika bermedia sosial, apalagi jika publikasi tersebut menyangkut kehormatan seseorang.

Assalamualaikum Wr. Wb. Kami, keluarga besar Bang Kunet dan Kak Nasti, merasa sangat kecewa atas tudingan yang disebarkan Saudari Putri Diana melalui akun palsu tersebut,” demikian pernyataan resmi keluarga.
Unggahan itu menuding bahwa Kak Nasti bukan bagian dari perjuangan SAH serta menuduhkan adanya setoran uang agar dirinya diloloskan menjadi Kepala Puskesmas. Tudingan semacam ini, menurut keluarga, tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga merusak hubungan baik dan nama baik yang telah dijaga selama ini.
Keluarga menegaskan bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapat, tetapi bukan hak siapa pun untuk menyebarkan fitnah. Mereka menilai, jika ada keraguan tentang seseorang, seharusnya dilakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan atau kepada pihak yang benar-benar mengetahui fakta.
Sebelum memposting tentang seseorang, semestinya dikonfirmasi dulu kepada orangnya atau minimal kepada Tim SAH yang ada. Menyebarkan tuduhan tanpa bukti dapat merusak hubungan antar sesama,” tegas keluarga.

Keluarga juga khawatir bahwa unggahan bernada provokasi seperti itu bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana, terutama menjelang masa politik yang sensitif.
Pernyataan dalam unggahan tersebut dinilai tidak sejalan dengan fakta yang diketahui banyak anggota tim. Keluarga dan sejumlah saksi lapangan menyebut bahwa Kak Nasti justru merupakan salah satu sosok yang aktif bergerak dan berjuang di Kecamatan Leuser dalam struktur pendukung SAH.
Ia hadir dalam berbagai kegiatan sosialisasi, turun ke desa-desa, mengikuti rapat, dan menjadi bagian dari barisan masyarakat yang mendukung program-program SAH secara nyata.
Kak Nasti benar berjuang untuk SAH di Leuser. Jika Saudari Putri Diana ragu, ia bisa langsung bertanya ke Tim SAH yang ada di Kecamatan Leuser. Semua orang tahu hal itu,” ungkap keluarga.
Salah satu poin yang paling disesalkan oleh keluarga adalah tudingan bahwa Bang Kunet menyetor uang dalam jumlah besar kepada seseorang untuk membantu meloloskan Kak Nasti menjadi Kepala Puskesmas. Tudingan tersebut dinilai bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga.
Adnan, salah satu perwakilan keluarga, memberikan penegasan tegas dalam pernyataannya:
Bang Kunet dan Kak Nasti tidak pernah menyetor uang dengan nilai apa pun kepada siapa pun. Tuduhan itu mengada-ada. Bahkan Kak Nasti sendiri tidak punya keinginan menjadi Kapus dan tidak pernah mendaftarkan diri untuk jabatan itu. Jadi dari mana datangnya tuduhan seperti itu?”
Adnan menambahkan bahwa keluarga selama ini menjalani kehidupan secara wajar dan jauh dari praktik-praktik yang mengarah pada manipulasi jabatan atau setoran uang.
Keluarga besar meminta pihak yang menggunakan akun Putri Diana untuk berhenti menyebarkan informasi tanpa dasar, apalagi yang bisa memecah belah persatuan antarq sesama tim.
Kami tidak ingin masalah ini berkembang menjadi lebih besar. Tapi kami juga tidak bisa diam ketika nama baik keluarga diserang. Kami hanya meminta, tolonglah bijaksana dalam bersosial media. Jangan membuat isu miring sebelum tahu kebenarannya,” ujar keluarga.

Keluarga juga menegaskan bahwa klarifikasi ini bukanlah bentuk kemarahan, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk meluruskan fakta agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas.
Melalui klarifikasi ini, keluarga berharap masyarakat, terutama rekan-rekan sesama tim, dapat memahami duduk persoalan sebenarnya dan tidak mudah terprovokasi. Fitnah yang menyebar tanpa diklarifikasi bisa menimbulkan kerugian besar, baik secara moral maupun hubungan sosial.
Keluarga besar Bang Kunet dan Kak Nasti menegaskan bahwa mereka akan tetap menjaga keharmonisan, tetap rendah hati, dan tetap mengutamakan persaudaraan.
Mari saling menjaga, saling menghormati, dan tidak membiarkan fitnah memecah belah kita. Kita semua ingin suasana tetap kondusif,” tutup keluarga.

































