Semarak 1 Muharram di Kampung Porang: Pawai Obor, Lampion, dan Seni Islami Hiasi Malam Hijriah

WARTA PERUBAHAN

- Redaksi

Jumat, 27 Juni 2025 - 23:27 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Dalam suasana penuh kekhidmatan dan kegembiraan, masyarakat Kampung Porang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menggelar kegiatan Pawai Obor dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram 1447 Hijriah, Tahun Baru dalam penanggalan Islam. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam, 27 Juni 2025, ini menjadi simbol spiritualitas dan pelestarian budaya Islam yang terus dijaga oleh warga setempat dari tahun ke tahun.

Kegiatan dimulai selepas salat Isya dari pelataran Masjid Al-Hidayah, yang menjadi titik kumpul warga. Ribuan peserta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, membawa obor dan lampion dengan berjalan kaki menyusuri jalan utama kampung menuju lapangan desa, sembari melantunkan shalawat Nabi dan takbir menyambut datangnya tahun baru Islam. Pemandangan malam itu dihiasi cahaya obor yang menyala serentak, menghadirkan suasana sakral dan meriah yang memukau.

Tak hanya pawai, kegiatan ini juga dirangkai dengan pertunjukan seni Islami, seperti hadrah, marhaban, pembacaan puisi religi, serta penampilan anak-anak TPA yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Semua elemen masyarakat turut serta dan berperan aktif, menunjukkan semangat kebersamaan dan nilai gotong royong yang masih sangat kuat di Kampung Porang.

Kepala Desa Porang, Irwandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat.

“Pada malam ini, 27 Juni 2025, kita bersama-sama menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dengan Pawai Obor sebagai wujud rasa syukur dan semangat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ini bukan sekadar pawai seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran spiritual, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irwandi mengapresiasi antusiasme warga yang tanpa dikomando secara sukarela ikut mempersiapkan dan menyukseskan acara tersebut, mulai dari dekorasi masjid hingga pembuatan obor secara swadaya. Ia berharap tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kampung Porang.

Hal senada disampaikan oleh tokoh agama setempat, Ustadz [Nama Ustadz], yang menyampaikan tausiyah menjelang akhir acara.

“Pawai Obor ini adalah syiar Islam yang hidup dan tumbuh dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita mengenalkan sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak kita, sekaligus menanamkan cinta terhadap budaya dan ajaran Islam sejak dini,” tuturnya dalam tausiyah yang disambut antusias para jamaah.

Ustadz tersebut juga menekankan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya dijadikan momentum evaluasi dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, baik secara akhlak, ibadah, maupun peran sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar tahun baru ini membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Suasana malam yang diterangi cahaya obor dan wajah-wajah penuh harap menjadi saksi semangat masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah arus modernisasi.

Pawai Obor Kampung Porang bukan hanya sekadar kegiatan seremoni, melainkan bentuk nyata keberlanjutan budaya Islam yang hidup dan berakar kuat dalam masyarakat pedesaan Aceh. Semoga semangat 1 Muharram ini membawa perubahan yang baik bagi semua, khususnya dalam membangun kehidupan yang lebih religius dan harmonis. (J.PORANG)

Berita Terkait

Polda Aceh Diminta Mengusut Dugaan PT Rosin Trading Internasional yang Tetap Berjalan Meski Izin Dipersoalkan
Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka
Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka
“Hukum Tajam ke Bawah”, Rabusin Soroti Dugaan Ketidakadilan dalam Perkara yang Menimpanya
Di Tengah Dakwaan Lemah dan Bukti Cacat Hukum Beranikah Hakim Memvonis Rabusin
Alat Bukti Lemah Jadi Dasar Tuntutan, Proses Hukum Rabusin Ariga Lingga Dipertanyakan Publik
Sidang Pembuktian Rabusin Ariga Lingga: Kejanggalan Bukti dan Proses Hukum Diperbincangkan
Rabusin Ditahan, Pengadilan Jangan Jadi Alat Mafia Tanah di Aceh

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:28 WIB

Excavator Turun Tangan, Satgas TMMD Buka Akses di Wilayah Pegunungan

Selasa, 28 April 2026 - 18:32 WIB

Kolaborasi TNI-Rakyat, Proyek Air Bersih Gunung Cut Dikebut

Selasa, 28 April 2026 - 17:36 WIB

Warga Gunung Cut Tunjukkan Kepedulian Tinggi terhadap TMMD

Selasa, 28 April 2026 - 16:46 WIB

Penuhi Kebutuhan Dasar, TMMD Abdya Bangun Fasilitas MCK

Selasa, 28 April 2026 - 15:11 WIB

Bahu-membahu, Satgas TMMD dan Warga Bangun Rumah Layak Huni

Senin, 27 April 2026 - 20:53 WIB

RTLH Nurhabibah Dikebut, Satgas TMMD Libatkan Gotong Royong Warga

Senin, 27 April 2026 - 20:24 WIB

Dansatgas TMMD Abdya: Semua Personel Harus Berkontribusi

Senin, 27 April 2026 - 19:25 WIB

Dari Nol hingga 26 Persen, TMMD Abdya Kejar Target Jalan Gunung

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Excavator Turun Tangan, Satgas TMMD Buka Akses di Wilayah Pegunungan

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:28 WIB

ACEH BARAT DAYA

Kolaborasi TNI-Rakyat, Proyek Air Bersih Gunung Cut Dikebut

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:32 WIB

ACEH BARAT DAYA

Warga Gunung Cut Tunjukkan Kepedulian Tinggi terhadap TMMD

Selasa, 28 Apr 2026 - 17:36 WIB

ACEH BARAT DAYA

Penuhi Kebutuhan Dasar, TMMD Abdya Bangun Fasilitas MCK

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:46 WIB