Medan — Dalam upaya membangun kepercayaan publik serta memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menerima kunjungan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (KMMB) Sumatera Utara, sekaligus menggelar aksi sosial berupa pembagian ratusan paket nasi bungkus kepada masyarakat, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan seusai salat Jumat tersebut berlangsung di Jalan Lembaga Pemasyarakatan No. 27, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Aksi sosial ini melibatkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas I Medan beserta jajaran, mahasiswa, dan masyarakat. Warga sekitar serta para pengguna jalan tampak antusias menerima paket makanan yang dibagikan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata keterbukaan Lapas Kelas I Medan terhadap partisipasi mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa fungsi pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan tetap berjalan secara berkesinambungan di tengah dinamika isu negatif yang berkembang di ruang publik, baik di media sosial maupun pemberitaan daring.
Dalam keterangannya, Plh Kepala Lapas Kelas I Medan, Andik Irawan, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai bagian dari proses evaluasi dan peningkatan kinerja institusi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan serta masukan konstruktif. Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat menjadi bahan introspeksi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan, sehingga isu-isu yang berkembang dapat kami jadikan bahan evaluasi ke arah yang lebih baik,” ujar Andik Irawan.
Sementara itu, Ketua Koordinator KMMB Sumatera Utara, Sutoyo, S.H., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian koordinasi yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir dengan jajaran Lapas Kelas I Medan.
Ia menilai bahwa isu-isu yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak dan proporsional, mengingat kebenarannya belum tentu dapat dipastikan secara utuh.
“Kehadiran kami hari ini sekaligus membuktikan bahwa Lapas Kelas I Medan membuka ruang seluas-luasnya bagi kontrol sosial dari mahasiswa maupun masyarakat. Selama proses koordinasi, kami melihat berbagai kegiatan positif serta pendekatan humanis yang dilakukan oleh pihak Lapas,” ungkap Sutoyo.
Pada kesempatan tersebut, KMMB Sumatera Utara juga menyerahkan apresiasi dan kenang-kenangan sebagai bentuk dukungan moral kepada jajaran Lapas Kelas I Medan. Ke depan, sinergi antara Lapas, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam rangka membangun kepercayaan publik serta mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.(AVID/rel)

































