Medan —
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata, tampil sebagai figur sentral dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Gedung Menara Mandiri, Jalan Pulau Pinang, Medan, Jumat (12/12).
Di hadapan para wartawan, Teodorus memberikan pemaparan lengkap mengenai berbagai capaian dan inovasi yang berhasil diwujudkan Imigrasi Sumut sepanjang tahun.

Dalam penjelasannya, Teodorus didampingi sepuluh Ka UPT keimigrasian se Sumut menegaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun percepatan transformasi layanan keimigrasian.
Berbagai inovasi strategis diluncurkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, aman, modern, dan humanis bagi masyarakat Sumatera Utara.
Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah pengoperasian Autogate di Bandara Internasional Kualanamu.
Sistem yang diresmikan pada Juni 2025 ini memanfaatkan integrasi cekal nasional dan Interpol, sehingga proses pemeriksaan hanya membutuhkan waktu 10–15 detik.
Menurut Teodorus, kehadiran Autogate menjadikan Kualanamu sebagai TPI modern yang mampu mengimbangi standar bandara internasional terkemuka.
Dalam kesempatan itu, Teodorus juga menyoroti peningkatan layanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Fasilitas PMI Lounge di Kualanamu dan Pelabuhan Teluk Nibung disempurnakan agar memberikan kenyamanan kepada para pekerja migran yang baru kembali ke tanah air.
“PMI adalah pahlawan devisa. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan pelayanan yang benar-benar manusiawi dan layak,” ujar Teodorus.
Di bidang pembinaan masyarakat, Kakanwil memaparkan penguatan peran Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPAS) yang kini hadir di berbagai wilayah Sumut. Program ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan edukasi langsung terkait izin tinggal, pencegahan TPPO, hingga pengetahuan dasar keimigrasian lainnya.
Teodorus juga menyoroti inovasi Pura Pangan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, yang mengembangkan budidaya pertanian dan peternakan untuk meningkatkan kemandirian deteni sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif.
Tidak hanya itu, Imigrasi Sumut juga memperluas akses layanan melalui percepatan sosialisasi aplikasi AIL Indonesia, sebuah sistem digital terpadu yang memudahkan masyarakat dalam mengakses antrean paspor, informasi izin tinggal, hingga pelaporan orang asing.
Dalam uraian penutupnya, Teodorus Simarmata menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut bukan sekadar bentuk inovasi, tetapi hasil nyata dari transformasi menyeluruh Imigrasi Sumatera Utara.
“Inovasi-inovasi ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan keimigrasian yang modern, transparan, dan humanis. Kami ingin masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung, dari bandara, pelabuhan, hingga desa-desa terpencil di Sumatera Utara,” tegasnya.
Ia menambahkan, Imigrasi Sumut optimis menghadapi tahun 2026 dengan target kualitas layanan publik yang lebih tinggi, termasuk beroperasinya dua kantor imigrasi baru di Tapanuli Utara dan Padang Sidempuan.
Refleksi akhir tahun yang dipimpin Teodorus Simarmata tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Imigrasi Sumut dalam membangun layanan yang adaptif, inovatif, dan semakin dekat dengan masyarakat.(AVID)

































