ACEH TENGAH – Bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh Tengah tercoreng. Beras bantuan yang semestinya disalurkan secara gratis kepada warga terdampak banjir, diduga diperjualbelikan oleh oknum petugas ke sejumlah kedai dengan harga Rp65.000 per kemasan 5 kilogram.
Informasi tersebut mencuat dari keluhan warga yang menemukan beras dengan ciri khas bantuan bencana justru beredar di kedai-kedai sekitar wilayah terdampak.

Sejumlah warga, Minggu (7/12) (mengaku heran karena bantuan yang mereka tunggu justru muncul di pasaran dengan label dan kemasan yang diduga sama dengan beras bantuan banjir.
“Kalau itu benar beras bantuan, ini sangat menyakitkan hati masyarakat. Kami korban banjir, tapi bantuan malah dijual,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, beras tersebut dijual dengan harga relatif tinggi untuk ukuran bantuan sosial, yakni Rp65.000 per karung 5 kilogram.
Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan warga, terlebih banyak korban banjir yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian.
Kasus ini diduga melibatkan oknum petugas penyaluran, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai siapa yang bertanggung jawab.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan, dan menindak tegas apabila terbukti terjadi penyalahgunaan bantuan.
Warga menilai, penyelewengan bantuan bencana merupakan tindakan tidak bermoral dan mencederai rasa kemanusiaan, terutama di tengah kondisi darurat yang dialami masyarakat Aceh Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi. Publik berharap adanya transparansi dan penegakan hukum agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada warga yang berhak menerimanya.(rika)

































